Jangan bertanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi kenapa tidak memberikan apa-apa dari dulu
Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa
Bahaya! Bahaya!
Negara dalam keadaan bahaya
Karena penguasa dan mafia bekerjasama
Demokrasi digadaikan dan tersandra (Dusta)
Di mimbar mengumbar janji
Janji bohong dan bohong lagi
Rakyat sudah lelah memaklumi
Mau dibawa kemana negeri ini?
Bahaya! Bahaya!
Negara dalam keadaan bahaya
Politisi tanpa moral dan etika, pamer kebusukan di media, rakyat hanya bisa mengelus dada
Wakil miring di gedung rakyat
Bersatu padu dalam kongsi jahat
Musyawarah mufakat tuk menipu rakyat
Lupa siapa yang memberi amanat (Bangsat)
Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa
Bahaya! Bahaya!
Negara dalam keadaan Bahaya
Karena penguasa lupa dasar negara
Di balik jubah agama menipu tuhan pun bisa
Minoritas beribadah dalam ancaman
Negara gagal memberi rasa aman
Bhineka Tunggal Ika mati di Jalanan
Inilah orde pembangunan jalan kehancuran
Bahaya! Bahaya!
Negara dalam keadaan bahaya
Karena tanah kaya bukan lagi milik rakyatnya
Mereka tersingkir dari tanah leluhurnya
Warga mendesak perubahan di Jakarta
Di daerah ada yang ingin merdeka
NKRI adalah omong kosong belaka
Tanpa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa
Lagu ini adalah surat dari rakyat
Kepada para pemegang amanat
Cinta rakyat pada negeri ini tanpa syarat
Hingga badan dikandung hayat
Lihatlah rakyat terus bekerja
Susah payah tiada kata putus asa
Bercerminlah di kalbu mereka
Maka akan kau pahami apa itu Indonesia
Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa
Negara dalam keadaan bahaya
Penguasa lupa amanat rakyatnya
Menutup mata derita bangsanya
Pertiwi manangis merintih dan berdoa
Anak negeri yang mati di lumbung padi
Mengirim kabar pada pertiwi
Negara gagal melindungi kami
Masyarakat adil makmur hanya mimpi
Jumat, 03 Februari 2012
Busung Lapar di Lumbung Padi [Kill The Dj]
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Kata orang Indonesia Negeri Subur Makmur
Tonggak Kayu di Batu, Bisa Jadi Tanaman
Tapi Jika Para Pemimpin Kita Takabur
Terintislah Ambang Jalan, Menuju Kehancuran
Petani Tak Lagi Punya sawah
Anak-anaknya Jadi TKI
Sumber Alam Yang Melimpah
Digadaikan utang luar negeri
Suara Rakyat - Suara Tuhan
Deritanya Pun Demikian
Pemimpin Kita Tak Bisa Mendengar
Karena Bersekutu dengan Juragan
Jika Kita Bermimpi Perubahan
Berdoa Saja Tak Cukup Kawan
Tuhan Meminta Kita Berperan
Maka Rapatkanlah Barisan dan Lawan
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Karena Kerbau Suka Berendam di Lumpur
Itulah Kenapa Pemberantasan Korupsi Luntur
Tapi KPK Tidak Boleh Hancur
Maka Dukungan Kita Jangan Sampai Kendur
Mungkin Kita Akan Gagal
Mungkin Kita Tak Didengar
Karena Keadilan Tersumbat Uang
Tapi Jangan Menyerah Kawan
Tiap Perjuangan Keadilan
Apapun Hasilnya Itu Menanam
Benih-Benih Perubahan
Tunas Kebaikan di Masa Depan
Kalau Pemerintah Kita Lamban
Jangan Hanya Mengeluh Kawan
Tuhan Meminta Kita Berperan
Maka Rapatkanlah Barisan dan Lawan
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Kata orang Indonesia Negeri Subur Makmur
Tonggak Kayu di Batu, Bisa Jadi Tanaman
Tapi Jika Para Pemimpin Kita Takabur
Terintislah Ambang Jalan, Menuju Kehancuran
Petani Tak Lagi Punya sawah
Anak-anaknya Jadi TKI
Sumber Alam Yang Melimpah
Digadaikan utang luar negeri
Suara Rakyat - Suara Tuhan
Deritanya Pun Demikian
Pemimpin Kita Tak Bisa Mendengar
Karena Bersekutu dengan Juragan
Jika Kita Bermimpi Perubahan
Berdoa Saja Tak Cukup Kawan
Tuhan Meminta Kita Berperan
Maka Rapatkanlah Barisan dan Lawan
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Karena Kerbau Suka Berendam di Lumpur
Itulah Kenapa Pemberantasan Korupsi Luntur
Tapi KPK Tidak Boleh Hancur
Maka Dukungan Kita Jangan Sampai Kendur
Mungkin Kita Akan Gagal
Mungkin Kita Tak Didengar
Karena Keadilan Tersumbat Uang
Tapi Jangan Menyerah Kawan
Tiap Perjuangan Keadilan
Apapun Hasilnya Itu Menanam
Benih-Benih Perubahan
Tunas Kebaikan di Masa Depan
Kalau Pemerintah Kita Lamban
Jangan Hanya Mengeluh Kawan
Tuhan Meminta Kita Berperan
Maka Rapatkanlah Barisan dan Lawan
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Busung Lapar di Lumbung Padi
Anak Bangsa Mati Pemerintah Tak Peduli
Busung Lapar di Lumbung Padi
Negeri Subur Makmur Hancur Karena Korupsi
Rep Kedhep [JHF]
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Telanjang bulan malam dan terus berputar
Remang terang lelaki ku berjalan di ufuk fajar
Mandi ku embun-embun rapal
Oh..rep kedhep..rep kedhep
Rara Subaningsih kini telah datang
Berkendara binatang, turun tanpa diramal
Lalu lelakiku pun disandarkanya ke awan
Diberinya aku dengan permata rapal
Lawanku yang sangar sekarang jadi kawan
Lelakiku yang kejam sekarang jadi sahabat
Mungkin karena terselimuti daun kehidupan
Juga berpayungkan belenggu rapal
Daun pulih yang dipetik oleh mbah Koir
Dari karang kreta ia lalu mampir
Lalu lelakiku di olesinya dengan kunir
Rapal nya yang hijau dari daun kenikir
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Tiada yang berani
Goda terbirit lari
Lelaki nyanyikan rapal dengan berapi-api
Batu hitam singgahsana
Gemerlap kilat mata
Gada kencana pria
Marjan emas rapalnya
Peri perayangan hilang (sirna)
segala ketakutan
Laki bulat telanjang
Terangi dengan rapal
Dinyalakan dengan api beribu puji
Gelap terang mewangi harumnya rapal melati
Obor-obor malam gemerlapan
Lelakiku lebur dalam mata air bulan
Sariman bagong terbang
Menghujaniku dengan ludah-ludah rapal
Juh..juh..juh..juh..
Datang berduyun dari jaratan
Beribu ribu kemamang
Lelakiku terang ditetesi nyala rapal
Sudah datang hari pagi
Bergerimiskan matahari
Le Lelakiku sudah tiada lagi
Di ditelan rapal-rapal membunyi
Lelakiku kulakiku lekilaki kulakiku kulakila leki kamu
Mu..mu..dirimu
Sirna sudah nafasku
Hilang sudah mau jasad ku
Tenang tentram hasrat lelakiku
Pu..pu..pulang dalam d..damai rumah mu
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Telanjang bulan malam dan terus berputar
Remang terang lelaki ku berjalan di ufuk fajar
Mandi ku embun-embun rapal
Oh..rep kedhep..rep kedhep
Rara Subaningsih kini telah datang
Berkendara binatang, turun tanpa diramal
Lalu lelakiku pun disandarkanya ke awan
Diberinya aku dengan permata rapal
Lawanku yang sangar sekarang jadi kawan
Lelakiku yang kejam sekarang jadi sahabat
Mungkin karena terselimuti daun kehidupan
Juga berpayungkan belenggu rapal
Daun pulih yang dipetik oleh mbah Koir
Dari karang kreta ia lalu mampir
Lalu lelakiku di olesinya dengan kunir
Rapal nya yang hijau dari daun kenikir
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Tiada yang berani
Goda terbirit lari
Lelaki nyanyikan rapal dengan berapi-api
Batu hitam singgahsana
Gemerlap kilat mata
Gada kencana pria
Marjan emas rapalnya
Peri perayangan hilang (sirna)
segala ketakutan
Laki bulat telanjang
Terangi dengan rapal
Dinyalakan dengan api beribu puji
Gelap terang mewangi harumnya rapal melati
Obor-obor malam gemerlapan
Lelakiku lebur dalam mata air bulan
Sariman bagong terbang
Menghujaniku dengan ludah-ludah rapal
Juh..juh..juh..juh..
Datang berduyun dari jaratan
Beribu ribu kemamang
Lelakiku terang ditetesi nyala rapal
Sudah datang hari pagi
Bergerimiskan matahari
Le Lelakiku sudah tiada lagi
Di ditelan rapal-rapal membunyi
Lelakiku kulakiku lekilaki kulakiku kulakila leki kamu
Mu..mu..dirimu
Sirna sudah nafasku
Hilang sudah mau jasad ku
Tenang tentram hasrat lelakiku
Pu..pu..pulang dalam d..damai rumah mu
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Pring pring petung, anjang-anjang peli bunting
Ojo menggok ojo noleh, ono turuk gomblah gambleh
Jula Juli Guru [Jahanam]
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Guru iku conto sing ditiru
Guru iku conto sing digugu
Budhal ngajar jo nganti telat
Tingkah lakune jo no sing keliru
Ilmu guru perlu ditingkatna
Senajan kesel kudu sregep maca
Saiki jamane wis maju berkembang
Guru ra leh kesed ben ra ketinggalan
Guru iku wakile wong tuwa
Dipasrahi ndhidhik anak bisa dadi utama
Mula guru kudu ngadohi penggodha
Uripe sacukupe, sederhana lan prasaja
Bapak - Bapak Ibu - Ibu Mula dulur elinga pepatah iki:
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari
Artine, guru tansah eling lan ati-ati
Ojo nganti dheke dhewe sing malah kencing berlari
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Sekolahku adoh, hondaku tahun pitu lima
Disetater macet, eeh..kabulatore nggodha
Mula ku ra iso ora iso teko
Te’ng..pas jam pitu kurang lima
Aku wajib nagih SPP muridku
Nek nganti telat diseneni pimpinanku
Neng anakku dhewe nangis nganti kaku
Mergo sekolahe durung tak bayar ping telu
Mbengi kudune ngoreksi, malah tak gawe nyambi
Ngojek neng jurusan Brebah Gendhingsari
Bali tekan bengi awak kesel njaluk prei
PR murid-muridku ra sido tak koreksi
Jare dadi guru panggilan sing mulia
Nek kanggoku, guru nasib sing rekoso
Nasibe wong cilik sing kudu sengsoro
Ra iso disingkiri mung kudu ditrima
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Timbang mikir nasib susahe
Trima mendhem mbangane luwe
Ilmu ilang kesingsal-singsal
Aku miber neng awang-awang
Tambah bengi ora tambah sepi
Tambah anget tambah menari
Dadak teko rombongan pulisi
Ana gropyokan kabeh mlayu wedi
Aku mlayu sandhalku keri
Kesusu malah nabrak pulisi
Aku kaget setengah mati
Pulisine malah tak rangkuli
Aku konangan nek guru negri
Guru kok mendhem, jare pak pulisi
Tak awur wae le ku nyauri
Sampeyan pulisi lha kok korupsi
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Guru iku conto sing ditiru
Guru iku conto sing digugu
Budhal ngajar jo nganti telat
Tingkah lakune jo no sing keliru
Ilmu guru perlu ditingkatna
Senajan kesel kudu sregep maca
Saiki jamane wis maju berkembang
Guru ra leh kesed ben ra ketinggalan
Guru iku wakile wong tuwa
Dipasrahi ndhidhik anak bisa dadi utama
Mula guru kudu ngadohi penggodha
Uripe sacukupe, sederhana lan prasaja
Bapak - Bapak Ibu - Ibu Mula dulur elinga pepatah iki:
Guru kencing berdiri, murid kencing berlari
Artine, guru tansah eling lan ati-ati
Ojo nganti dheke dhewe sing malah kencing berlari
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Sekolahku adoh, hondaku tahun pitu lima
Disetater macet, eeh..kabulatore nggodha
Mula ku ra iso ora iso teko
Te’ng..pas jam pitu kurang lima
Aku wajib nagih SPP muridku
Nek nganti telat diseneni pimpinanku
Neng anakku dhewe nangis nganti kaku
Mergo sekolahe durung tak bayar ping telu
Mbengi kudune ngoreksi, malah tak gawe nyambi
Ngojek neng jurusan Brebah Gendhingsari
Bali tekan bengi awak kesel njaluk prei
PR murid-muridku ra sido tak koreksi
Jare dadi guru panggilan sing mulia
Nek kanggoku, guru nasib sing rekoso
Nasibe wong cilik sing kudu sengsoro
Ra iso disingkiri mung kudu ditrima
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Timbang mikir nasib susahe
Trima mendhem mbangane luwe
Ilmu ilang kesingsal-singsal
Aku miber neng awang-awang
Tambah bengi ora tambah sepi
Tambah anget tambah menari
Dadak teko rombongan pulisi
Ana gropyokan kabeh mlayu wedi
Aku mlayu sandhalku keri
Kesusu malah nabrak pulisi
Aku kaget setengah mati
Pulisine malah tak rangkuli
Aku konangan nek guru negri
Guru kok mendhem, jare pak pulisi
Tak awur wae le ku nyauri
Sampeyan pulisi lha kok korupsi
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Aku ngelak tak ombeni ciu
Botole putih njerone biru
Aku seneng dadi guru
Masio mendhem tetep digugu
Wadhuh-dhuh-dhuh cek enake
Ciuku cap guru lan murid
Wadhuh-dhuh-dhuh cek nasipe
Gajiku thitik mung dadi silit
Jula Juli Lolipop [JHF]
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
jaman saiki kabeh do blereng matane ne
podo nuruti pasar apa pesenane ne
ngene wis dadi caraku golek pangane ne
seni ra penting sing panting entuk duite te
inspirasine wis ilang dipendhem mati ti
rasa solidaritase wis podo lali li
karya seni kontemporer jaman saiki ki
mung koyo mut mutan ning ilat krasa legi gi
sing dituju nilai rupiah lan dolare re
golek cara ben payu laris dagangane ne
karya senine lali nggambarke rakyate te
rakyat sing urip sengsara apes nasibe e
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ana kancaku sing kepengen dadi artis (artis)
pancen dasar bocahe senengane narsis (narsis)
banjur tingkah polahe mung sing manis-manis (manis)
malah koyo permen rasane krinyis-krinyis
nek tak pikir-pikir kok koyo tukang kayu
mung waton ngemali apa-apa sing payu
seni saiki nuruti pasar sing mlaku
dadi bakulan asal tau sama tau
saya suwe dodolane kok saya payu
tambah sugih wonge uripe tambah maju
omahe dadi gedhong dicet werna biru
gedhe magrong-magrong kamare ana pitu (weh wolu)
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
jaman mbiyen iseh ngonthel numpak pit onta
saiki wis numpak mobil gedhe tur dawa
tuku apa-apa ra perlu ndelok rega
kamengkon ndisek kerep njaluk aku sega
jaman semana iseh ramah karo aku
kok saiki sikape malih dadi kaku
ganti hape nganggo hape tipe terbaru
senengane mung blonjo wo mlaku-mlaku (wasu)
omahe ra mek diparani bos kagol
takon apa ana karya sing siap didol
karya seni koyo dagangan jenang dodol
seni kok saya mawut wis modhol-modhol
ngemut permen, permen lollipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lollipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lollipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lollipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
jaman saiki kabeh do blereng matane ne
podo nuruti pasar apa pesenane ne
ngene wis dadi caraku golek pangane ne
seni ra penting sing panting entuk duite te
inspirasine wis ilang dipendhem mati ti
rasa solidaritase wis podo lali li
karya seni kontemporer jaman saiki ki
mung koyo mut mutan ning ilat krasa legi gi
sing dituju nilai rupiah lan dolare re
golek cara ben payu laris dagangane ne
karya senine lali nggambarke rakyate te
rakyat sing urip sengsara apes nasibe e
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ana kancaku sing kepengen dadi artis (artis)
pancen dasar bocahe senengane narsis (narsis)
banjur tingkah polahe mung sing manis-manis (manis)
malah koyo permen rasane krinyis-krinyis
nek tak pikir-pikir kok koyo tukang kayu
mung waton ngemali apa-apa sing payu
seni saiki nuruti pasar sing mlaku
dadi bakulan asal tau sama tau
saya suwe dodolane kok saya payu
tambah sugih wonge uripe tambah maju
omahe dadi gedhong dicet werna biru
gedhe magrong-magrong kamare ana pitu (weh wolu)
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lolipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
jaman mbiyen iseh ngonthel numpak pit onta
saiki wis numpak mobil gedhe tur dawa
tuku apa-apa ra perlu ndelok rega
kamengkon ndisek kerep njaluk aku sega
jaman semana iseh ramah karo aku
kok saiki sikape malih dadi kaku
ganti hape nganggo hape tipe terbaru
senengane mung blonjo wo mlaku-mlaku (wasu)
omahe ra mek diparani bos kagol
takon apa ana karya sing siap didol
karya seni koyo dagangan jenang dodol
seni kok saya mawut wis modhol-modhol
ngemut permen, permen lollipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lollipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lollipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
ngemut permen, permen lollipop
bunder tur gepeng rasane legi
kepengen mbeken pengen dadi ngetop
karyane laris tur senine mati
Panggung Kami [JHF]
Diujung sana ada pabrik roti
Kami beli yang remah-remah karena murah
Diujung sana ada tempat penyembelihan sapi
Dan kami kebagian bau kotoran air selokan dan tahi
Diujung sana ada perusahaan daging abon
Setiap pagi kami beli buahnya dimasak campur sayuran
Dipinggir jalan berisi toko-toko baru dan macam-macam bangunan
Kampung kami dibelakangnya riuh dan berjubel
Seperti kutu kere kumal terus berbiak membengkak tak tercegah
Wo uo ooo oh..
Ini daerah kekuasaaan kami jangan lewati batas itu
Jangan campuri apa yang terjadi disini
karena kalian penonton, kalian adalah orang luar
Jangan rubah cerita yang telah kami susun
jangan belokan jalan cerita yang telah kami rencanakan
Karena kalian adalah penonton kalian adalah orang luar
Kalian harus Diam !
Panggung seluas ini hanya untuk kami
Karena kalian adalah penonton kalian harus Diam !
Kalian Harus Diam !
Panggung seluas ini hanya untuk kami
Kami beli yang remah-remah karena murah
Diujung sana ada tempat penyembelihan sapi
Dan kami kebagian bau kotoran air selokan dan tahi
Diujung sana ada perusahaan daging abon
Setiap pagi kami beli buahnya dimasak campur sayuran
Dipinggir jalan berisi toko-toko baru dan macam-macam bangunan
Kampung kami dibelakangnya riuh dan berjubel
Seperti kutu kere kumal terus berbiak membengkak tak tercegah
Wo uo ooo oh..
Ini daerah kekuasaaan kami jangan lewati batas itu
Jangan campuri apa yang terjadi disini
karena kalian penonton, kalian adalah orang luar
Jangan rubah cerita yang telah kami susun
jangan belokan jalan cerita yang telah kami rencanakan
Karena kalian adalah penonton kalian adalah orang luar
Kalian harus Diam !
Panggung seluas ini hanya untuk kami
Karena kalian adalah penonton kalian harus Diam !
Kalian Harus Diam !
Panggung seluas ini hanya untuk kami
Gangsta Gapi [JHF]
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Wis Seprene kudhu wis wayahe bayar SPP
Murid liyane wis do bayar gari dhewe ke
Bali neng omah matur karo bapak ibune
Njaluk duit nggo bayar SPP critane
Direwangi mbesengut Raine ro mrengut
Njaluk duit atine ro nggresulo
Ngodo nek ra mbayar mengko yo di DO
Mbasan entuk duit eh lha malah koyo ngono
Lha piye to dasare bocah ra toto
Duit SPP malah nggo mabuk ro konco-konco
Ra mikir wong tuwo sing nggolek koyo
Nganti ngelus dodo utang tonggo-tonggo
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Mabuk wae.. kuwi wis pancen gaweane
Ragate urunan ngompasi njaluki konco-kancane
Nek perlu duit SPP dingo muthus yo
Ra mikir wong tuwo sing nggolek money money money
Cen pengung bocahe rada suwung
Ora muthus wae dijak omong ra tau nyambung
Wis nek sekolah mbolosan ora tau sinau
Ana pelajaran malah wee.. ditinggal turu
Ra nggagas ra mikir ana bu guru
Gurune nesu-nesu banjur dikon metu
Batine… bocahe… malahan….
Asik tenan… ra melu pelajaran…
Mending mbolos wae malah kepenak…
Sekolah ra dadi ati mergane ora jenak
Walah le.. kowe arep dadi opo
Nek arep tumindak ngiwa
Malah mesake wong tuwo
Eman eman sik ngeki upo
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Wow wow wow (yipiyaw kepiye)
Rotra jahanam (kumpul bareng neng kene)
Melu prihatin (nyawang kahanane)
Bocah saiki (cen ra umum nakale)
Mesakke wong tuwo nyambut gawe rekasa
Tumindak culika mbok yo dipikir dawa
Rasah neko-neko urip sing prasaja
Nek ora nggugu awass mengko cilaka
Saiki coba (sapa sing wis ngragati)
Ngrumat rupamu (wiwit seko bayi)
Nek mung dinengke (kowe ra mbejaji)
Mulane dhapurmu (rasah dha kemaki)
Bocah ra nggenah, bapane kepradah marai kabeh susah (susah)
Karepe kabeh sing ngalah (ngalah) karepe kabeh sing salah (salah)
Mulakno mirengke, menawi mekaten monggo menggalih kang lerem (lerem)
Menika perkawis, kang sampun cumawis, mboten sah sami (ceriwis)
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Wis Seprene kudhu wis wayahe bayar SPP
Murid liyane wis do bayar gari dhewe ke
Bali neng omah matur karo bapak ibune
Njaluk duit nggo bayar SPP critane
Direwangi mbesengut Raine ro mrengut
Njaluk duit atine ro nggresulo
Ngodo nek ra mbayar mengko yo di DO
Mbasan entuk duit eh lha malah koyo ngono
Lha piye to dasare bocah ra toto
Duit SPP malah nggo mabuk ro konco-konco
Ra mikir wong tuwo sing nggolek koyo
Nganti ngelus dodo utang tonggo-tonggo
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Mabuk wae.. kuwi wis pancen gaweane
Ragate urunan ngompasi njaluki konco-kancane
Nek perlu duit SPP dingo muthus yo
Ra mikir wong tuwo sing nggolek money money money
Cen pengung bocahe rada suwung
Ora muthus wae dijak omong ra tau nyambung
Wis nek sekolah mbolosan ora tau sinau
Ana pelajaran malah wee.. ditinggal turu
Ra nggagas ra mikir ana bu guru
Gurune nesu-nesu banjur dikon metu
Batine… bocahe… malahan….
Asik tenan… ra melu pelajaran…
Mending mbolos wae malah kepenak…
Sekolah ra dadi ati mergane ora jenak
Walah le.. kowe arep dadi opo
Nek arep tumindak ngiwa
Malah mesake wong tuwo
Eman eman sik ngeki upo
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Wow wow wow (yipiyaw kepiye)
Rotra jahanam (kumpul bareng neng kene)
Melu prihatin (nyawang kahanane)
Bocah saiki (cen ra umum nakale)
Mesakke wong tuwo nyambut gawe rekasa
Tumindak culika mbok yo dipikir dawa
Rasah neko-neko urip sing prasaja
Nek ora nggugu awass mengko cilaka
Saiki coba (sapa sing wis ngragati)
Ngrumat rupamu (wiwit seko bayi)
Nek mung dinengke (kowe ra mbejaji)
Mulane dhapurmu (rasah dha kemaki)
Bocah ra nggenah, bapane kepradah marai kabeh susah (susah)
Karepe kabeh sing ngalah (ngalah) karepe kabeh sing salah (salah)
Mulakno mirengke, menawi mekaten monggo menggalih kang lerem (lerem)
Menika perkawis, kang sampun cumawis, mboten sah sami (ceriwis)
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Dadi bocah ojo mung mabuk wae
Ra mikir piye bapak ibune le padha nyambut gawe
Langganan:
Postingan (Atom)